Pekerjaan-Pekerjaan yang Baik
Pekerjaan-pekerjaan yang baik terutama yang dilakukan oleh seorang Waliyullah antara lain:
1. Mengingat Allah setiap nafas
Mengingat Allah dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Sholat, dzikir, berdoa, mendengarkan lantunan Al Qur'an dan Maulid. Dengan kita mengingat Allah maka kita akan lebih hidup secara lahir dan batin. Karena Allah adalah Al Hayat maka dengan kita mengingat nama Allah maka kita pun akan menjadin di dalamNya dan menjadi hidup oleh Hidup itu seBediri.
2. Mengingat Rasulullah sMw
Mengingat Rasulullah saw menjadikan kita lebih dekat kepada beliau. Cinta dan bakti kita, kita curahkan kepada beliau khairul anbiya dan khairul kholqihi. Sebab Rasulullah saw adalah ciptaan pertama oleh Allah. Dan dari Nur Muhammad saw kita dan segenap alam diciptakan dengan izin dan kehendak Allah. Maka dengan mengingat beliau, kita menjadi lebih bersih dan jernih kembali ke asal mula penciptaan kita. Dengan meniru perbuatan beliau maka kita akan menjadi lebih dekat dengan beliau. Sungguh, Allah menyiapkan bagi kita suri teladan yang terbaik. Agar kita dapat menjadi ciptaan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah swt.
3. Mengingat Waliyullah, Nabi, dan Rasul
Mengingat Waliyullah, Nabi, dan Rasul yang telah dan sedang diutus oleh Allah swt menjadikan kita bisa lebih dekat kepada Allah dengan lebih banyak teladan kedua terutama Waliyullah sezaman yang ada di daerah kita. Sirr Allah dengan izin Allah dipancarkan atau diteruskan salah satunya melalui Waliyullah. Maka kita mengirimkan hadiah, tawassul, menemui, serta mengingat dan mendengar pengajaran Allah melalui mereka akan menjadi suatu wasilah (perantara) yang baik dan besar bagi kita yang masih berproses jatuh-bangkit setiap hari ini.
4. Membersihkan hati
Membersihkan hati daripada segala sifat buruk, jahat, kotoran, dan penyakit. Hati kita adalah suatu tempat di mana nama Allah ada dan menyinari seluruh diri kita. Apabila hati kita kotor maka nama Allah tidak akan berada tetap dalam hati kita. Sebab, Allah itu Suci, menyukai kesucian, Maka dari itu, kita pun harus suci termasuk hati kita. Segala sifat yang Allah tidak sukai maka kita harus berdoa dan berusaha agar kiranya Allah swt berkenan membersihkan hati kita sebagai rahmatNya bagi diri kita. Agar hati kita dirajai oleh Allaj swt dan bukannya oleh hal yang lain. Dengan interaksi di dunia ataupun godaan hawa nafsu yang terkadang muncul maka kita tidak bisa 100% bersih terus menerus. Namun, dengan berdoa dan berusaha maka insya Allah kita akan menjaga hati kita suci kembali setiap hari.
5. Membersihkan diri (lahir)
Membersihkan diri secara lahir ini dapat berupa menjaga dan membersihkan tubuh dari perbuatan dosa termasuk bertaubats setiap hari. Lalu makanan dan minuman yang akan masuk menjadi darah dan daging kita juga harus suci dan halal. Sebab, setan menyukai segala yang kotor dan najis. Maka apabila kita memasukkan yang kotor dan najis termasuk haram ke dalam diri kita maka setan dapat ikut masuk ke dalan sampai ke bagian hati kita. Dengan demikian, hati dan dada kita termasuk seluruh tubuh kita akan menjadi kotor dan semakin berat dalam mendekat kepada Allah secara sungguh-sungguh. Tempat sekitar kita pun harus bersih. Tentu saja, pembersihan secara spiritual dengan kegiatan keagamaan jiuga dapat membantu membersihkan hal-hal eksternal di luar tubuh kita agar kiranya lebih bersih lahir batin untuk menguragi pengaruh setan.
6. Mendoakan diri dan orang lain
Mendoakan diri dan orang lain seperti umat manusia ataupun bangsa sendiri termasuk umat Rasulullah saw dapat membantu kita untuk lebih welas asih serta lebih berterimakasih kepada Allah atas rahmat yang Ia berikan kepada kita melalui sesama baik secara langsung atau melalui tidak langsung. Keberadaan kita di dunia ini tentu saja secara lahir ialah melalui kelahiran leluhur kita turun menurun dari waktu ke waktu sampai ke waktu kita terlahir. Dan tentu saja selama itu, Allah sudah berkenan memberikan rahmat dan berkah kepada mereka semua melalui siapapun. Dengan demikian kita patut bersyukur. Beras yang kita makan pada hari ini adalah berkah pemberian Allah melalui tangan manusia seperti petani, pedagang, dsb. Dengan demikian kita patut berterimakasih kepada mereka walaupun hanya melalui doa dengan hati tulus dan penuh rasa bersyukur. Kita menghargai semua pemberian Allah lewat siapapun dan kita sadar akan kekurangan serta kelemagan diri kita sendiri. Bahwa kita hanyalah hamba yang kecil yang ditopang oleh Allah swt melalui hamba-hambaNya. Hal ini juga membersihkan diri kita dari kekotoran dan penyakit hati serta membersihkan kita dari dosa dan hutang kepada sesama makhluk yang dapat kita lakukan secara sadar ataupun tidak.
7. Berbuat baik dan menjalankan segala perintah Allah swt dan Rasulullah saw
Berbuat baik dan menjalan perintah Allah swt dan Rasulullah saw berarti kita melakukan secara fisik (bagian dari iman) apa yang kita percayai. Kita melahirkan apa yang menjadi iman kita dan kita melahirkan cinta kita kepada Allah swt dan kepada Rasulullah saw. Dengan demikian, iman kita akan semakin bertumbuh dengan izin Allah swt. Walaupun angin menerpa dan jatuh-bangkit itu adalah kodrat kehidupan manusia di dunia. kita tidak menjadi nol. Namun, kita berusaha membangun diri kita agar layak lahir dan batin untuk kembali kepada Allah swt bahkan di akhirat kelak. Tidak ada niat dan usaha yang sia-sia. Lebih baik orang yang berusaha walaupun kecil dan walaupun jauh dari kata sempurna daripada orang yang belum dapat berusaha sama sekali. Bukan karena perbuatan kita sendiri maka kita menjadi benar. Namun, melalui ridho Allah swt dan Rasulullah saw yang berkenan melihat apa yang kita usahakan di dunia ini.
