Penjauhan

Apa yang Kau jauhkan daripadaku Engkau lebih Tau ya Allah.

Mana yang baik Engkau bawa kepadaku.
Mana yang jahat Engkau jauhkan daripadaku.

Sungguh cintaMu lebih nikmat dari madu mawar.
Lebih nikmat dari lautan air bersih.
Emas dan permata tidak dapat mengenyangkan. Tapi cintaMu mengenyangkan dan menghidupkanku.

Betapa aku merindukanMu ya Allah.
Dan merindukan kekasihmu Kanjeng Nabi Muhammad saw.
Sebab melebihi orangtua kami Engkau mencintai kami.
Dan kasib RasulMu melebihi lembutnya bulan purnama.

Betapa gelapnya dunia dan gemerlapnya dunia tidak ada bedanya bagiMu.
Sebab keduanya adalah gelap. Dan Engkau sendiri adalah Terang.

Hati kami tidak disinari oleh luminaries ciptaanMu.
Akan tetapi, nur Mu dapat masuk ke dalam relung yang terdalam sekalipun.
Pedihnya panas tidak ada dalam kasihMu.
Tetapi kasih yang mengajari dan menyembukan itulah yang Kau berikan.

Ajarilah kami untuk menerima kasihMu dengan hati dan tangan yang terbuka.
Ajarilah kami untuk membersikan hati dan diri kami setiap saat.
Sebab hati yang kotor Engkau tidak suka.
Akan tetapi hati yang bersih lebih Engkau sukai daripada seribu permata jamrud.

Bahagiakanlah hati kami dengan Engkau.
Sebab Engkau adalah Kebahagiaan itu sendiri.
Segala kesenangan dunia adalah penipu.
Namun kasihMu tulus tanpa meminta imbalan.

Ajarilah kami untuk mengasihi semuanya bahkan mengasihi tubuh yang Kau pinjamkan bagi kami.
Seperti Engkau mengasihi diri kami dari dulu sampai selamanya.

Dzalim ialah nafsu (ego) kami sendiri.
Tapi Engkau yang merajai alam tidak sedikitpun dzalim kepada siapapun.

Jadikanlah mulut kami bagaikan Zabur bagiMu.
Dan jadikanlah tangan kami bagaikan pena untuk melukis segenap pekerjaanMu.

Angan-angan manusia seperti debu.
Seperti angin ia datang dan pergi.
Namun kebijaksanaanMu bagaikan cermin.
Bagaikan air dalam sumur yang memantulkan wajah kami.
Demikian pula pengajarannya membawa kami kepada kebenaran dan hidup yang benar serta kekal.
Kepada Engkau yang adalah Hidup itu sendiri.

Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang berbakti.
Melebihi anak yang berbakti kepada orangtuanya.
Melebihi merpati yang kembali kepada sarangNya.
Bawalah kami terbang kembali kepadaMu.
Sebab angin dunia ini menyesatkan manusia.
Tapi kebenaranMu menjadi pohon bertengger bagi kami.
Seperti utusan nabi Nuh as yang membawa dahan dan "Damai!" 
Demikianlah, orang yang Engkau perbaiki akan membawa dahan kebenaran dan damai bagi mereka yang Engkau kehendaki.

Segala ucapan mulut manusia adalah manis belaka.
Terkadang ia mengiris melebihi belati.
Tetapi, firmanMu teguh menyentuh hati kami.
Dan doa NabiMu tiada pernah henti Engkau kirimkan bagi kami.

Emas dan peemata manusia ingini.
Tetapi hati yang bersih itulah ya Rabb yang menjadi kesukaanMu.

Jauhkanlah kami daripada hati yang jahat.
Daripada hati yang Engkau benci.
Rendahkanlah kami.
Sebab Engkau menyukai mereka yang rendah, dan mereka yang tinggi Engkau pandang dengan hina.
Jauhkanlah kami dari merasa puas dan xukup dengan diri kami sendiri 
Tapi dekatkanlah kami kepada hati yang bertobat dan penuh syukur.

Sia-siala mereka yang tidak membangun bersama Engkau.
Sia-sialah pekerjaan yang Engkau biarkan dan benci.

Popular posts from this blog

Producing Good Things

Several Things That I Learn From Waliyullah