Hati dan Pikiran

Dalam Islam, hati dan pikiran harus berjalan bersamaan.

Kalbu harus merajai pikiran, dan pikiran tunduk kepada kalbu.

Hati yang baik akan menjadikan pikiran dan tubuh seluruhnya baik.

Hati yang dipenuhi nama Allah dan RasulNya menjadi terang dan baik, penuh akan keceriaan dan energi yang positif. 

Senyum yang ramah, mata yang ceria, keterbukaan dan penerimaan akan segenap makhluk Allah yang adalah ciptaan tanganNya. Memandang segenap makhluk dengan cahaya di wajah mereka, memandang cercah sinar ilahi di tiap diri orang. Tidak memandang orang dengan kenegatifan dan aura yang buruk. Memandang dengan ramah tamah, ceria, sopan santun, mata yang lembut, dan belas kasih.

Memanifestasikan sifat-sifat Allah melalui nurNya yang Ia menerangu kita dengannya.

Hati yang dipenuhi nurNya. Hati yang bersih, tulus, ikhlas, ceria.

Tidak ada aura yang berat dan negatif bersama Allah. 

Tidak ada beban di tubuh, hati, pikiran apabila bersama Allah.

Jadilah seperti para waliyullah yang hatinya menjadi bersih dan bercahaya dengan anugerah dari nur Allah. 

Ikutilah mereka, dengarkanlah mereka, taatilah mereka. Minumlah sari-sari madu yang Allah teteskan melalui bunga-bungaNya.

Popular posts from this blog

Producing Good Things

Several Things That I Learn From Waliyullah